
Blog Post Title
Blog post excerpt [1-2 lines]. This text is automatically pulled from your existing blog post.
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena kami telahdapat menuliskan rangkaian kegiatan persemaian dan penanaman pohon yangdilaksanakan oleh SERAYU GROUP dari tahun 2000 sampai dengan sekarang. SERAYU GROUP adalah sebuah kelompok perusahaan swasta nasional yang berusaha dalam bidang industri veneer, kayu lapis, bare core, block board dan S4S Balsa. Bahan baku yang digunakan oleh industri pengolahan kayu lapis yang tergabung dalam Kelompok SERAYU GROUP utamanya adalah dari jenis Kayu Sengon, Kayu Afrika, Gmelina, Jabon, Balsa dan kayu-kayu jenis lainnya yang berasal dari tanaman rakyat (tanaman cepat tumbuh).
Sejak awal pendiriannya, management SERAYU GROUP sudah memiliki tekad untuk membangun dan mengembangkan kebun-kebun di lahan masyarakat sekitar lokasi industri kayu milik SERAYU GROUP melalui kegiatan persemaian, pendistribusian bibit dan penanaman di kebun sendiri dan lahan masyarakat dan jenis- jenis tanaman yang cepat tumbuh (fast growing tree species) antara lain: Albasia, Jabon, Afrika, Gmelina dan Balsa. Dalam melaksanakan kegiatan usaha di bidang industri perkayuan, management SERAYU GROUP tidak semata-mata mencari keuntungan untuk mengembangkan pendapatan perusahaan, tetapi kami juga berusaha memanfaatkan sumber daya alam yang ada disekitar lokasi industri, agar dapat memberikan kontribusi dalam mendukung pembangunan daerah setempat, memberikan peluang kerja dan peluang berusaha kepada masyarakat sekitar dengan tidak mengesampingkan kewajiban kami dalam melestarikan sumber-sumber bahan baku kayu yang berkelanjutan bagi industri kami. Kontribusi kami melalui kegiatan persemaian, pendistribusian bibit kepada masyarakat setempat dan menggalakkan kegiatan penanaman pohon dari jenis tanaman yang cepat tumbuh, tidak hanya bermanfaat bagi perusahaan dan masyarakat setempat, tetapi juga bermanfaat untuk meningkatkan kualitas alam/lingkungan hidup
dikawasan tersebut dan dalam menjalankan program penanaman ini Serayu Group dari awal sampai dengan sekarang tidak pernah menjual benih, bibit (pohon) dan pupuk. Sebagai wujud kepedulian kami terhadap lingkungan yang lain adalah kami telah melalukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat tentang identifikasi dan penanggulangan sejak dini terhadap serangan penyakit Gall Rust (karat tumor) pada tanaman albasia / sengon, dengan mengundang pakar penyakit karat tumor tersebut, yaitu Ibu DR. Ir. Sri Rahayu dari Universitas Gajah Mada dan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah setempat. Kami berharap agar para pembaca, baik dari kalangan Pemerintah dan kalangan Rimbawan, Pemerhati Lingkungan dan Kehutanan, maupun Masyarakat biasa seperti para petani dan pekebun dapat dengan mudah mengetahui bahwa menanam pohon komersil dilahan mereka akan dapat memberikan manfaat yang besar baik bagi kelangsungan hidup mereka maupun untuk meningkatkan mutu lingkungan hidup mereka. Semoga Kata Pengantar ini dapat bermanfaat sebagai media informasi untuk memberikan gambaran seluas-luasnya mengenai SERAYU GROUP dalam kegiatan penggalakan penanaman pohon yang berbasis kemasyarakatan dan kami menerima saran dan kritik yang bersifat membangun untuk kesempurnaan program ini. Kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya dengan baik program penanaman ini, kami ucapkan terima kasih. Semoga usaha kita mendapat ridho dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
board dan S4S Balsa. Perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam kelompok perusahaan ini adalah: 1. PT. PT. SERAYU MAKMUR KAYUINDO I (PT. SMK I), yang berlokasi di Kabupaten Banjarnegara Provinsi JawaTengah. Kapasitas izin industri = 48.000 m³ per tahun 2. PT. PT. SERAYU MAKMUR KAYUINDO II (PT. SMK II), yang berlokasi di Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat. Kapasitas izin industri = 48.000 m³ per tahun 3. PT. SUKSES MAKMUR KAYUINDO (PT. SMK) yang berlokasi di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Kapasitas izin industri = 84.000 m³ per tahun Bahan baku kayu yang digunakan oleh kelompok industri SERAYU GROUP, utamanya adalah kayu-kayu hasil tanaman perusahaan sendiri dan tanaman rakyat yang di bina oleh Serayu Group dengan jenis kayu Sengon/Albasia (Faraserianthes falcataria), Kayu Afrika (Maesopsis eminii) , Gmelina (Gmelina arborea), Jabon (Anthocephalus cadamba), Balsa (Lagophus ocroma) dan jenis kayu-kayu yang cepat tumbuh. Produk SERAYU GROUP oleh konsumen di Luar Negeri dapat dijadikan sebagai bahan baku untuk membuat Lunch Box (kotak makanan), kotak Souvenir, kotak cerutu, kotak jam, mainan anak, furniture dan produk-produk lainnya. Hal ini sesuai dengan sifat dari produk yang dihasilkan pada umumnya berwarna putih & merah, dengan berat yang sangat ringan serta mudah dikerjakan dan tidak mengandung ekstrak yang membahayakan dan juga kayunya cukup awet dan kuat. Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan Visi Adalah menjadi Unit Manajemen yang efektif dan rasional dalam memanfaatkan sumber daya alam semaksimal mungkin dengan memperhatikan segala aspek kelestarian produksi, aspek kelestarian ekologi dan aspek sosial.
Misi:
a. Menggalakkan penanaman pohon untuk jaminan ketersediaan supply bahan baku untuk industri SERAYU GROUP di masa yang akan datang.
b. Menanam pohon sebagai ibadah yang nyata bagi insan beragama, ikut mensupply oksigen yang sangat dibutuhkan oleh umat manusia.
c. Memanfaatkan lahan kritis secara optimal, mengurangi panasnya bumi dan meminimalisasi terjadinya bencana alam seperti: longsor, banjir dan sebagainya serta dapat menepis bawa Indonesia di tuding sebagai negara perusak hutan tercepat nomor satu di dunia, seperti disampaikan pada penyelenggaraan Global Warming di Pulau Bali pada tanggal 31 Desember 2007 adalah tidak benar.
d. Mengajak seluruh lapisan masyarakat dan Intansi Pemerintah untuk melakukan penanaman pohon, baik secara mitra binaan maupun mitra kerja sama yang saling menguntungkan.
e. Mengembangkan ekonomi rakyat untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat, dengan cara melibatkan masyarakat dalam penanaman pohon baik secara individu maupun kelembagaan.
Tujuan
a. Menghasilkan kelas perusahaan kayu pertukangan/perkakas untuk mendukungbahan baku Industri SERAYU GROUP.
b. Merancang kegiatan penanaman melalui pola mitra binaan, mitra kerja sama dan penanaman di areal milik sendiri.
c. Menghitung proyeksi finansial selama jangka waktu pengusahaan.
d. Memberikan kontribusi pembangunan ekonomi khususnya bagi masyarakat di sekitar pabrik dan kebun, antara lain melalui: Penyerapan tenaga kerja lokal
Peningkatan pendapatan asli daerah dari sektor kehutanan & perpajakan
Mendorong pertumbuhan perkonomian rakyat.
B. Sejarah Perusahaan Industri yang pertama didirikan oleh SERAYU GROUP adalah PT. Serayu Makmur Kayuindo yang yang berlokasi di Kabupaten Banjarnegara, didirikan pada Tahun 2000 dengan cara men take over pabrik yang sudah ada, izin usaha industri primer hasil hutan kayu diterbitkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah dengan Nomor 503/1689.1/2001 jo Keputusan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah Nomor 503/1841-1/2002. Berdasarkan Pasal 54 Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2002 kewenangan pengaturan, pembinaan, dan pengembangan IPHHK (Industri Primer Hasil Hutan Kayu) di atur oleh Menteri Kehutanan dan berdasarkan Pasal 3 Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 300/Kpts-II/2003 jo Peraturan menteri Kehutanan Nomor P.16/Menhut-II/2004 di sebutkan bahwa setiap izin usaha industri primer hasil hutan kayu wajib melakukan daftar ulang dan izinnya di perbaharui melalui Keputusan Menteri Kehutanan No. SK.1856/MENHUT-VI/BPPHH/2005 dengan kapasitas produksi veneer dan plywood sebesar 48.000 m³/tahun. Pada tahun 2011 juga sudah memperoleh Sertifikasi Legalitas Kayu dengan nomor BRIK – VLK – 0025. Pada Tahun 2005 mendirikan PT. Serayu Makmur kayuindo Unit II di Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat dengan cara men take over PT. Glory Internusa. Melalui proses daftar ulang di departemen Kehutanan, PT. SMK Unit II memperoleh Izin Prinsip dari Menteri Kehutanan dengan nomor S.615/Menhut-VI/2006 tanggal 29 September 2006 dan memperoleh Izin Usaha Industri Primer Hasil Hutan Kayu dengan Nomor SK.33/Menhut-II/2007 tanggal 24 Januari 2007 dengan kapasitas produksi 24.000 m³/tahun untuk veneer, 24.000 m³/tahun untuk plywood dan 12.000 m³/tahun untuk kayu gergajian. Pada tahun 2014 telah memperoleh Sertifikasi Legalitas Kayu dengan nomor BRIK – VLK – 0196.
Pada Tahun 2013 merintis dan mulai membangun industry di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dan sudah mendapatkan Izin Usaha Industri Primer Hasil Hutan Kayu dari Menteri Kehutanan dengan Nomor SK.634/Menhut-II/2013 tanggal 23 September 2013 dengan kapasitas produksi 24.000 m³/tahun untuk veneer, 24.000 m³/tahun untuk plywood, 12.000 m³/tahun untuk laminated dan 24.000 m³/tahun untuk kayu gergajian. C. Pemasaran Produk-produk yang dihasilkan oleh SERAYU GROUP selain dijual lokal sebagian besar ditujukan untuk Ekspor ke beberapa Negara diantaranya adalah Jepang, Belanda, Canada, Taiwan, Vietnam, Korea, Malaysia, Singapore dan beberapa Negara di Timur Tengah. Produk yang dihasilkan adalah berupa kayu lapis (plywood), bare core, block board dan S4S Balsa. SERAYU GROUP menjalin kerja sama dengan pihak buyer di luar negeri dengan pola kerja sama yang saling menguntungkan dan berkesinambungan, hal ini ditandai dengan saling mengadakan kunjungan. Beberapa buyer yang sudah berkunjung ke perusahaan kita dapat dilihat dari tanaman mereka yang ada di Kebun Koleksi yang ada di Banjarnegera dan Majalengka, dimana setiap tamu yang datang disediakan sebuah pohon untuk di tanam sendiri sebagai tanaman koleksi, demikian juga halnya dari Management SERAYU GROUP sudah beberapa kali berkunjung ke perusahaan buyer di luar negeri, bahkan mengikutsertakan beberapa orang petani binaan. Produk kita dinegara tujuan diolah kembali menjadi berbagai barang jadi di antaranya lunch box, kotak souvenir, kotak cerutu, kotak mainan, kotak jam , furniture dan produk-produk lainnya. Permintaan dari tahun ketahun meningkat terus seiring dengan program penanaman yang dilakukan SERAYU GROUP, karena hal ini meyakinkan pihak buyer bahwa bahan baku yang digunakan adalah ramah lingkungan, yaitu dari hasil penanaman sendiri dan kelompok tani binaan Serayu Group.
I. Latar Belakang Bahan baku untuk mensupply industri SERAYU GROUP diperoleh dari hasil pembelian secara bebas dari mayarakat maupun dari tanaman sendiri dan tanaman mitra kerjasama. Yang mana kayu tersebut adalah Albasia, Jabon, Balsa & tanaman cepat tumbuh. Kami menyadari, seiring dengan pasokan kayu bulat yang berasal dari hutan alam untuk mensupplay bahan baku industri perkayuan semakin berkurang, sebagai akibat dari perusakan hutan alam oleh kegiatan Ilegal Loging, maka permintaan (demand) terhadap kayu bulat hasil tanaman rakyat semakin hari akan semakin meningkat dan akan terjadi ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan kayu bulat, yang akhirnya akan berdampak pada kelangsungan perusahaan yang dampaknya cukup luas terutama terhadap tenaga kerja maupun perekonomian secara nasional, mengingat 50 persen hasil produksi dari SERAYU GROUP adalah merupakan produk ekspor. Seiring dengan itu isu Global Warming yang sedang marak sekarang ini sangat menyudutkan Bangsa Indonesia, yang dianggap sebagai negara tercepat di dunia dalam hal perusakan hutan, seperti yang disampaikan pada Konferensi tentang Global Warming yang diselenggarakan di Bali pada tanggal 31 Desember 2007. Dan di samping itu belakangan ini sering terjadi bencana alam seperti tanah longsor, banjir, dan kekeringan yang disebabkan oleh kerusakan lingkungan. Maka Serayu Group melakukan banyak penelitian serta mencari cara agar dapat keluar dari masalah yang di hadapi untuk ke depannya.
1. Menjaga kelangsungan bahan baku di masa yang akan datang agar stabilitas produksi dapat dipertahankan sehingga tidak menimbulkan dampak yang negatif terhadap tenaga kerja dan sekaligus ikut juga menjaga perekonomian secara nasional.
2. Menepis anggapan dunia Internasional terhadap Bangsa Indonesia yang dianggap sebagai negara perusak hutan tercepat di dunia adalah tidak benar.
3. Ikut berpartisipasi dalam mencegah bencana alam dan sekaligus menjaga kelangsungan air di masa yang akan datang.
4. Menunjukkan kepada para buyer ekspor bahwa produk yang dihasilkan oleh Serayu Group adalah merupakan produk yang ramah lingkungan.
1. Membagikan Bibit Kepada Masyarakat Pada awalnya SERAYU GROUP dalam mewujudkan misi perusahaan yang mempunyai kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat, melakukan pembagian bibit albasia kepada masyarakat Kabupaten Banjarnegara melalui Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup sebanyak 200.000 batang per tahun, hal ini berlangsung dari Tahun 2000 s.d Tahun 2006. Namun hal ini dinilai kurang efektif disaat SERAYU GROUP menjajaki untuk dilakukan sertifikasi terhadap produk yang dihasilkan dengan mengajak masyarakat untuk masuk dalam program PHMBL (Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat secara Lestari) sangat sulit diwujudkan.
2. Melakukan Penanaman Sejak Tahun 2007 SERAYU GROUP mulai melakukan penanaman sendiri baik di areal milik sendiri maupun di lahan milik masyarakat (kemitraan) dan atau
bermitra dengan masyarakat secara langsung dengan system yang mengikat kedua belah pihak, yaitu dengan
3 (tiga) cara sebagai berikut :
a. Penanam diareal sendiri (Tanaman Milik)
b.Penanaman dilahan masyarakat (Tanaman Binaan)
c. Penanaman dengan pola bagi hasil (Tanaman Kemitraan)
Ketiga system tersebut saat ini sudah berjalan dan tersebar dibeberapa lokasi, serta dilakukan monitoring secara rutin dan diberi istilah BINAAN SERAYU GROUP . Untuk memenuhi kebutuhan bibit, Serayu Group telah membuat persemaian sendiri yang berlokasi di Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara. Adapun jenis tanaman yang dikembangkan adalah:
1. Albasia (Faserianthes falcata)
2. Afrika (Maeopsis eminii)
3. Jabon (Anthocepalus cadamba)
4. Gamelina (Gmelina arborea)
5. Balsa (Lagopus ocrhoma) dan jenis tanaman cepat tumbuh lainnya.
Sasaran penanaman tidak hanya di Pulau Jawa saja yang subur tanahnya, akan tetapi dilakukan juga di lahan – lahan kritis yang jumlahnya ribuan hektar yang terdapat di Pulau Sumatera, dengan cara mengajak secara aktif berbagai kalangan baik itu masyarakat biasa, birokrat, praktisi, Pengusaha, Pesantren bahkan Banker pun sudah ada yang tertarik untuk ikut serta menanamkan investasi penanaman pohon di bawah binaan SERAYU GROUP. Sebagai Pembina SERAYU GROUP menugaskan secara rutin setiap 3 (tiga) bulan sejumlah tenaga ahlinya, untuk mengawasi seluruh kegiatan penanaman sejak dari persemaian sampai panen.
Selain itu sebagai Perusahaan yang peduli terhadap kelestarian lingkungan, SERAYU GROUP juga ikut aktif dalam program aksi Tanam Serentak Nasional dengan cara menyumbangkan 200.000 pohon yang pelaksanaannya diselenggarakan pada tanggal 21 November 2007 yang secara simbolis penanamannya dilakukan oleh Bapak Menteri Kehutanan, MS Kaban di Wonosobo, Jawa Tengah dan berperan aktif dalam kegiatan yang sama di kabupaten Lumajang, Jawa Timur yang dipimpin langsung oleh Bupati Lumajang. Dengan demikian kegiatan sosialisasi dan penanaman pohon yang dilakukan oleh SERAYU GROUP selain bertujuan untuk menjaga kestabilan supply bahan baku di masa yang akan datang juga bertujuan untuk membantu Pemerintah dalam mengatasi ekonomi rakyat kecil, serta ikut menanggulangi permasalahan Pemanasan Global yang dihadapi dunia saat ini, karena penanaman dilakukan selain di lahan produktif juga di lahan non produktif dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat setempat dan masyarakat Indonesia bahkan sampai kepada masyarakat dunia. Sedangkan area Penanaman Serayu Group sampai dengan Tahun 2014 ini sudah mencakup 10 Propinsi yaitu Jawa Barat (Kuningan, Cirebon, Majalengka, Tasikmalaya, Ciamis, Bogor, Cianjur dsb), Jawa Tengah (Wonosobo, Kebumen dsb), Jawa Timur (Lumajang, Banyuwangi, Bondowoso, dsb), DI Yogjakarta (Sleman, Kulon Progo), DKI Jakarta (Kelapa Gading) dan Banten (Serang, Rangkas Bitung dsb). Untuk Wilayah Luar Jawa berada di Propinsi Riau, Bangka Belitung, Sumatera Selatan dan Sumetera Utara, dengan luas area 22.402 hektar dan jumlah tanaman sebanyak 26.466.660 pohon serta membina sebanyak 18.355 kelompok tani termasuk dari kalangan pesantren. Mulai awal tahun 2013, Serayu Group didaulat untuk menjadi konsultan penanaman di Negara Malaysia dengan luas area yang sudah, sedang dan akan di tanam adalah 12.500 hektar. Berbagai penghargaan sehubungan dengan program penanaman tersebut juga sudah diperoleh oleh Serayu Group baik dari dalam maupun luar negeri. Untuk dalam negeri adalah dari Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan berupa Penghargaan Prima Wana Mitra mulai dari katagori Perak sampai dengan Platinum yaitu
diperuntukkan kepada Industri yang peduli terhadap pengembangan hutan rakyat. Sedangkan dari luar negeri adalah dari University of Malaya (Malaysia), yaitu Industri yang peduli terhadap lingkungan dan peran sertanya dalam penyelamatan bumi melalui kegiatan penanaman pohon. Serayu juga sering memanfaatkan momen untuk mensosialisasikan sekaligus mengajak masyarakat dari berbagai kalangan untuk menanam pohon, misalnya seperti di undang di berbagai seminar yang diadakan oleh Pemerintah Pusat (Kementerian Kehutanan), Pemerintah Daerah Propinsi dan Kabupaten / Kota, melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, Sumatera Utara, Wonosobo, Banjarnegara, Purworejo, Pemalang, Ciamis, Tasik Malaya, Kuningan, Cirebon, Lumajang), Lembaga Masyarakat seperti HKTI (Kabupaten Banjarnegara dan Propinsi Yogjakarta), Lembaga Pendidikan Tinggi, diantaranya STIE Taman Siswa Kabupaten Banjarnegara dan Universitas Gajah Mada Yogjakarta baik sebagai pembicara dalam seminar maupun sebagai dosen tamu di Fakultas Kehutanan. Lembaga Penelitian seperti Litbang Kehutanan Manado dan Balai Besar Litbang Kehutanan Yogjakarta. Selanjutnya untuk mencapai hasil panen yang maksimal Serayu Group juga rajin mengadakan penyuluhan – penyuluhan kepada masyarakat petani dan instansi tentang penyakit – penyakit yang dapat merusak tanaman sekaligus cara penanggulangannya, seperti penyakit karat tumor pada tanaman albasia / sengon bekerjasama dengan pakar penyakit pada tanaman dari Universitas Gajah Mada, Ibu Dr. Ir. Sri Rahayu. Hingga sekarang dan masa yang akan datang penanaman masih terus dilakukan sehingga Serayu Group ke depannya akan lebih mudah untuk mengembangkan industrinya dalam menghadapi persaingan yang semakin banyak meramaikan industri perkayuan, terutama dalam menghadapi pasar bebas yang sekarang ini sudah di mulai.
Sejak berdirinya SERAYU GROUP yang diawali dengan berdirinya PT. Serayu Makmur Kayuindo (SMK I) pada awal tahun 2000 di Kabupaten Banjarnegara, telah
dilakukan kerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten sebagai wujud kepedulian terhadap perkembangan dan kemajuan masyarakat, antara lain: 1. Sampai Tahun 2007 PT. SMK telah membagikan bibit pohon sengon / Albasia kepada masyarakat (Petani) di Wilayah Kabupaten Banjarnegara, setiap Tahunnya sebanyak 200.000 pohon, mulai sejak tahun 2000 yang didistribusikan kepada Pemerintah Kabupaten Banjarnegara yang dalam hal ini diwakili Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Banjarnegara yang pada awalnya disalurkan melalui DPKT (Dinas Perhutanan dan Konversi Tanah) 2. Membantu Perpustakaan Kabupaten Banjarnegara (mulai sejak tahun 2000 sampai dengan 2006), dengan memberikan bantuan berupa buku – buku, Rak (Almari) buku, dan 8 unit Computer untuk keperluan administrasi dan internet, sehingga saat ini Perpustakaan Banjarnegara telah menjadi Perpustakaan yang cukup komplit dari segi koleksi buku dan banyak dikunjungi oleh pembaca dari kalangan Pelajar, Mahasiswa dan Masyarakat dari Kabupaten Banjarnegara maupun dari luar Kabupaten Banjarnegara. 3. Mulai sejak bulan Agustus 2004 sampai dengan bulan Mei 2006 secara rutin setiap bulan PT. SMK memberikan Bea Siswa kepada 500 orang siswa Sekolah Dasar, yang dalam pelaksanaannya bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Banjarnegara. Seiring dengan perkembangnnya sekarang ini Serayu Group juga telah ikut peduli terhadap Pondok Pesantren dengan memberdayakan lahan – lahan yang tidak produktif di area pesantren menjadi lahan yang produktif dan membantu perlengkapan para santri seperti almari baju, rak buku dan tempat tidur, seperti di Pondok Pesantren Jawa Barat dan Jawa Timur. Bahkan sebagian karyawan dan karyawati Serayu Group berasal dari para santri. Guna menumbuhkembangkan semangat untuk memelihara dan peduli terhadap lingkungan, Serayu Group juga aktif mensosialisasikan penanaman pohon kepada instansi – instansi pemerintah maupun swasta. Daerah Khusus Ibukota tak luput dari sasaran penghijauan, yang mana DKI Jakarta adalah merupakan salah satu Ibukota
Negara yang mempunyai tingkat polusi yang cukup tinggi, yaitu dengan mengadakan penanaman di Mako Puspomal Kelapa Gading Jakarta Utara seluas kurang lebih 18 hektar.
“ Kalau Anda membeli Plywood dan hasil Produksi Lainnya dari PT. SERAYU MAKMUR KAYUINDO, maka secara tidak langsung Anda sudah melakukan Ibadah Nyata, yaitu Penyelamatan Bumi Kita melalui Kegiatan Penanaman Pohon”

Blog post excerpt [1-2 lines]. This text is automatically pulled from your existing blog post.

Blog post excerpt [1-2 lines]. This text is automatically pulled from your existing blog post.

Blog post excerpt [1-2 lines]. This text is automatically pulled from your existing blog post.

Blog post excerpt [1-2 lines]. This text is automatically pulled from your existing blog post.

Blog post excerpt [1-2 lines]. This text is automatically pulled from your existing blog post.

Blog post excerpt [1-2 lines]. This text is automatically pulled from your existing blog post.

Blog post excerpt [1-2 lines]. This text is automatically pulled from your existing blog post.

Blog post excerpt [1-2 lines]. This text is automatically pulled from your existing blog post.
Subscribe to receive our latest blog posts directly in your inbox!